Umroh – Perjalanan Suci

Umroh terjadi dari bahasa Arab dan itu pada dasarnya adalah ziarah yang disimpulkan oleh umat Islam ke Mekah diposisikan di Arab Saudi. Mungkin bisa disimpulkan kapan saja dari tahun kalender. Dalam Umroh, peziarah melakukan beberapa fitur ritualistik. Fungsi-fungsi ini berdiri untuk beberapa dengan banyak tonggak hanya dalam masa hidup Ibrahim (Abraham) dan rekannya berikutnya Hajar. Melalui fungsi-fungsi ini para peziarah juga menampilkan persahabatan layar dengan Muslim hampir di mana-mana di dunia. Peziarah melakukan tawaf di mana peziarah bergerak dekat ke Ka’bah tujuh periode hanya dengan cara yang bijak anti jam. Tindakan agama berikutnya yang dilakukan dengan banyak peziarah biasanya ‘sai’.

Melalui ritual ini, para peziarah berjalan cepat di antara bukit Safa dan Marwah. Dengan menggunakan ritual ini para peziarah mencoba mengingat perburuan Hajar yang bermasalah untuk menelan air minum dari padang pasir. Anak baru Ishamel yang bersama dengannya menangis dan kakinya menyentuh bagian bawah. Air keluar dari lantai. Ini sebenarnya adalah apa yang secara khusus diakui untuk cita-cita Muslim sekarang ditentukan dengan benar Zamzam. Ritual ke-3 yang dilakukan peziarah seringkali merupakan halq atau taqsir. Ketika seorang peziarah melakukan halq, dia mencukur rambutnya sepenuhnya. Wanita dari segala usia dari segala usia mengurangi sebagian kecil rambut mereka. Taqsir bisa menjadi ritual di mana rambutnya disingkat.

Anda dapat menemukan dua versi umroh. Umrat al tammatu mungkin adalah umroh yang akan dieksekusi di samping Haji. Al-umrat al mufradah cenderung menjadi variabilitas umroh yang terjadi umumnya diperoleh secara independen. Kapan saja seorang peziarah akan melaksanakan umroh, tepat sebelum pindah ke kota suci yaitu Mekah, peziarah harus dari tempat yang sangat sakral. Pengungkapan ini disebut Ihram. Para peziarah harus benar-benar memasuki tempat suci atau Masjid al Haram. Dia benar-benar harus membuat pekerjaan untuk menempatkan kaki yang tepat untuk menerima mulai dengan. Menempatkan kaki kanan 1 lebih disukai.

Peziarah membacakan doa yang dikenal sebagai Talbiyah. “Inilah aku, ya Allah, (sebagai tanggapan dari masing-masing Anda hanya berhubungan dengan), di bawah aku. Dinyatakan di halaman ini aku, Anda tidak memiliki teman, cocok di bawah aku. Sesungguhnya semua pujian, rahmat, dan kedaulatan milik Anda secara pribadi. Anda tidak memiliki teman. ” Dalam kesempatan jamaah melihat Ka’bah, ia benar-benar harus dengan tulus berdiri di satu elemen dan mengatakan “Allahu Akbar” tiga kali dan “La ilaha illa’Llah” 3 kali. Kemudian peziarah mempersembahkan doa kepada Allah berikut yang menampilkan Nabi salawat yang dapat tumbuh menjadi berkah. umroh sering merupakan ritual yang agak tua dan telah dilaksanakan dalam permulaan Islam. umroh yang dilakukan dengan semua durasi Ramadhan diperhitungkan sama dengan haji.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *